Home Berita Santri Selangkah lebih MAJU

Santri Selangkah lebih MAJU

by Humas IAIN Palangka Raya
0 comment 998 views

Palangka Raya (Pasca) – Hari Santri Nasional secara resmi ditetapkan pada tanggal 22 Oktober pada tahun 2015. menurut Presiden Joko Widodo penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan itu berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Adakah urgensi Hari Santri Nasional jika dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bertanah air saat ini? Sehingga setiap tahunnya harus di peringati bahkan beberapa kantor atau lembaga menghimbau karyawannya untuk berpakaian bak sang “ulama” atau “Kiyae”. Tentu jawabannya ada. Sebab kemerdekaan yang sudah kita nikmati tidak lepas dari peran santri dan juga Ulama. Maka sudah saatnya memberikan peran yang lebih bagi santri dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Beberapa keunggulan Santri, dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Santri memiliki pemikiran kritis.

Ada beberapa penyebab santri menjadi sosok yang kritis, salah satu faktornya adalah adanya kekurangan (hidup susah/bersahaja) saat nyantri. Santri sejak kecil sudah hidup mandiri, jauh dari orang tua, uang jajan minim, menghadapi persoalan di pondok sendiri serta hidup terbiasa dengan berbagai anturan dan sanksi yang diberlakukan di pondok pesantren. maka menjadi seorang sàntri harus mampu memutar otak, menggunakan uang saku sebaik-baiknya karena tak jarang uang saku sudah habis di minggu pertama atau kedua, (maka 2 minggu kemudian santri harus berpikir keras agar bisa survaif/bertahan hidup). Kondisi inilah yang menjadikan santri menjadi sosok yang ulet, kritis dan tertempa jati dirinya.

  1. Dzikir siang dan Malam.

Rutinitas Santri yang sangat ditekankan adalah dzikir baik siang dan malam. “…ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring” Q.S An-Nisa 103. Dengan berdzikir mengingat Allah sepanjang waktu baik ketika berdiri, duduk dan berbaring akan membuat semua urusan jadi mudah. Istimewanya lagi Santri tidak memisahkan urusan dunia dengan urusan akhirat, namun seluruh aktifitas dan kegiatan santri sehari hari dijadikan sebagai ibadah pada Allah.

Jika para pemikir asing hanya memikirkan permasalahan dunianya saja, beda dengan Santri mereka tidak hanya berpikir dunia, santri juga diarahkan untuk memikirkan ciptaan Allah di langit dan bumi, pegantian siang dan malam memikirkan dunia serta akherat.

  1. Survive dan menerima keberagaman

Jika ingin meliat miniatur indonesia dan miniatur “pemerintahan” datanglah ke Pondok Pesantren. Disana akan ditemukan berbagai santri yang berasal dari berbagai daerah, suku dan dialek yang beraneka ragam.  Santri selama 24 jam full, dalam kesehariannya menjalankan rutinitas kegiatan yang sudah dibuat dan diatur oleh pengelola pondok pesantren termasuk  santri juga dilatih berorganisasi. @takjamil

Maka dapat disimpulkan bahwa:

Santri selangkah lebih maju dari yang lainnya

Santri siap memberikan solusi

Santri siap berkontribusi positip.

Santri bagian penting berdirinya bangsa.

Santri penjaga NKRI.

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL

TANGGAL 22 OKTOBER 2019.

You may also like

Leave a Comment

HUMAS/AUAK

IAIN PALANGKA RAYA

Kampus Itah News

Fakultas

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

COPYRIGHT © 2018-2023 HUMAS IAIN PALANGKA RAYA

PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK