Palangka Raya – Semarak Jambore Pemuda Nasioanal Indonesia Bersih dan Bebas Sampah (JIBBS) yang dilaksanakan di Bali dihadiri langsung oleh dua Orang mahasiswa IAIN Palangka Raya. Ahmad Rusda Yanto dan Ahmad Sanusi dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan. Mereka menjadi delegasi penuh Kalimantan Tengah dalam pengelolaan forum Komunikasi Jambore IBBS 2019 dan sebagai pengurus di Provinsi Kalimantan Tengah.
Jambore yang dilaksanakan secara nasional sejak tanggal 10 – 13 Oktober 2019 di Bali. Kegiatan yang bertujuan untuk menyatukan seluruh relawan dan para aktivis lingkungan untuk bersama-sama memerangi, menanggapi dan memberikan solusi permasalah sampah di Indonesia. Banyak inovasi dan motivasi yang dihadirkan untuk peserta agar memunculkan sebuah solusi untuk permasalahan daerahnya.
Selain itu para peserta akan mendapatkan tanggungjawab memberikan sosialisasi pengelolaan sampah di daerahnya serta menghimpun para aktivis lingkungan didaerahnya. Dalam mempersiapkan diri serta inovasi program yang akan menjadi pelaporan dan evaluasi pada jambore 2020 kedepannya.
“Dengan semangat tinggi kami mengajak para aktivis lingkungan di seluruh Kalimantan tengah untuk bergabung bersama kita menyusun dan meprogramkan sebuah rencana untuk pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah. Selain itu harapannya. Kalimantan Tengah bisa menjadi tuan rumah Jambore ini kedepannya. Dengan kata lain, sampah tidak hanya sekedar dibersihkan namun harus di kelola. Sampah organik dan anorganik adalah dua jenis sampah yg dapat dipilah – pilah, hingga mampu di kelola menjadi 3R ( reduce, reuse, recycle). Dan tak jarang ini dapat menjadi sebuah sumber pendapatan untuk mendorong perekonomian” tegas Rusda menyampaikan harapannya dalam wawancara via WhatsApp.
Kegiatan yang dilaksanakan di Bali sebagai tuan rumah adalah bentuk percontohan bagi kota dan daerah lainnya. Bahwa pentingnya pengelolaan sampah secara total. Tidak sekedar bersih namun sampah perlu di kelola. Hal ini lah yang menjadi daya tarik dan kekuatan yang mendukung Bali sebagai kota wisata yang digemari oleh wisatawan asing dan lokal. Selain bersih dan juga tertata. Bahkan tak sungkan-sungkan Gubernur Bali yang diwakili dan bupati Tabanan bersama seluruh aparat dan dinas serta perwakilan kementerian terkait. Ikut hadir sebagai pemateri dan menjelaskan tentang bagaimana pengelolaan sampah di Bali yang akhirnya mampu menjadi sebuah otoritas dan hingga muncul perda yg mendukung pengelolaan sampah di Bali.
Hal ini mendasar pada hasil rapat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 3 April 2018. Kementerian LHK menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Kebijakan dan Strategi Nasional (Rakornas Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, di Jakarta, Selasa (3/4/2018). Kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan dan mensinergikan pelaksanaan Perpres Nomor 97 Tahun 2017 di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 lalu.
Dalam Perpres tersebut, Pemerintah menetapkan target pengelolaan sampah yang ingin dicapai adalah 100% sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih Sampah). Target ini diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30%, dan penanganan sampah sebesar 70%. (ARY)