Home Buletin Menuju Arafah (5). Arafah Hari Kasih Sayang Allah swt

Menuju Arafah (5). Arafah Hari Kasih Sayang Allah swt

by Humas IAIN Palangka Raya
0 comment 241 views

Oleh. Ahmad Dakhoir (PPIH Kloter BDJ 3)

Tidak lama lagi jamaah akan menuju puncak ibadah haji yaitu wukuf di arafah. Arafah adalah cerminan padang makhsyar, terhampar luas 12 km, berpasir berbatu, banyak pohon, banyak bukit salah satunya jabal rahmah.

Meski sinar matahari yg selalu hangat dipadang ini, inilah arena satu-satunya berkumpulnya seluruh umat islam di dunia yg insyallah berjumlah tidak kurang dari 5 juta manusia akan berhenti, wukuf di padang ini.

Paling tidak ada 3 kabar gembira dari Allah swt bagi yg berwukuf disini dengan penuh tadharru, dan khidmah. Pertama, saat wukuf, jamaah yg melangitkan doa pasti akan Allah ijabah. Arafah adalah “raudhoh” terluas yg semua doa Allah qabulkan. Arafah adalah tempat komunikasi terlancar, terdekat dengan Dzat Yang Maha Agung.

Yg kedua, arafah adalah tempat pengampunan dosa, kesalahan dan kekhilafan seorang hamba. Di padang ini, seorang hamba akan mendapatkan perhatian spesial. Untuk itu taubat yg nasuha menjadi program utama bagi hamba yg berharap maghfirah. Artinya: “Tidak ada hari di mana Setan Nampak lebih kerdil, terusir dan marah melebihi di Hari Arafah. Tidaklah hal itu terjadi melainkan karena dia melihat limpahan rahmat dan pengampunan Allah dari dosa-dosa besar”. (HR. Imam Malik). Maka pesan pentingnya, yakinkan diri bahwa sanya semua dosa-dosa kita telah di ampuni Allah, setelah arafah ini, dan bergembiralah atas rahmat Allah yg begitu besar terhadap kita atas jaminan ampunan itu.

Ketiga, Allah bangga, kepada umat Nabi Muhammad saw. Dipadang ini, tak terhitung jumlah malaikat turut hadir menyaksikan hamba-hamba yg bermunajat, mengharap ampun, memohon pertolongan, meminta murah rizki, jodoh, panjang umur, khusnul khatimah, sukses dalam karir, sukses bekerja, kokoh iman dan para malaikat itu menyaksikan hamba-hamba yg berlumur dosa dan kehinaan terus menerus tiada henti bertaubat kepada Allah.

Alhasil semua harapan dan doa-doa itupun Allah ijabah. Dikisahkan pada masa Nabi Musa, ada seorang wanita meminta Nabi Musa AS, mendoakannya agar bisa memiliki anak. Lalu Nabi Musa meminta kepada Allah SWT. Lalu Allah menjawab bahwa Allah tidak akan memberikan kepada wanita itu keturunan. Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada wanita tersebut dan ditawarkan oleh Nabi Musa AS untuk meminta hajat yang lain saja. Wanita tersebut terus meminta kepada Nabi Musa AS dan Nabi Musa menyampaikan jawaban yang sama.

Lama wanita itu tidak terlihat. Setelah sekian lama, Nabi Musa melihat wanita tersebut sedang menggendong bayi, lalu Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Bagaimana wanita tersebut bisa memiliki anak, sementara Engkau menyampaikan bahwa Engkau tidak akan mengaruniakan kepadanya anak”. Allah menjawab: “Wahai Musa, wanita itu tidak berhenti memanggil-manggil Nama Ku dan meminta, tidak berhenti dia meminta. Aku pantang menolak orang yang terus meminta kepada-Ku.” otulah arafah, tempat memanggil manggil Allah sebanyak-banyaknya. Agar harapan ampunan itu betul-betul terwujud.

Bergemberilah, arafah selalu menyapa dengan hamparan rahmat Allah yg maha luas dan selalu terbuka setiap saat. Arafah adalah batas demarkasi, ketika hamba betul-betul mengenal-Nya, dan dekat dengan-Nya. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan tuntas dalam melaksakan arina manasikana Nabi Ibrahim as ini, dan meraih haji mabrur, yg di rindukan seluruh jamaah haji Indonesia. Amin

You may also like

Leave a Comment

HUMAS/AUAK

IAIN PALANGKA RAYA

Kampus Itah News

Fakultas

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

COPYRIGHT © 2018-2023 HUMAS IAIN PALANGKA RAYA

PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK