Home Buletin Menuju Arafah (9): Target Utama Wukuf Arafah

Menuju Arafah (9): Target Utama Wukuf Arafah

by Humas IAIN Palangka Raya
0 comment 260 views

Oleh: Ahmad Dakhoir (PPIH Kloter BDJ 3)

Pada akhirnya, sampailah kita pada puncak ibadah haji yaitu pemberhentian (wuquf) di Arafah. Insya Allah wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 15 juni 2024 waktu Saudi. Sementara di tanah air terjadi pada tanggal 16 juni 2024.

Target utama wukuf di Arafah yang dapat kita jadikan perenungan adalah mengenal diri sendiri. Kemampuan mengenal diri sendiri adalah salah satu jalan untuk meraih haji yang mabrur. Mengenal diri dengan memahami diri tercipta dari apa (nur), dari mana asalnya diri, tahu tugas pokok selama di muka bumi (ibadah), memahami mengapa diciptakan di muka bumi, dan kemana kelak akan pulang/kembali.

Manusia yang kenal diri akan lebih mudah mengobati penyakit rohani, menjauhkan gangguan dalam diri, serta mampu mengendalikan 3 level nafsu yang tidak baik (amarah, madzmumah, lawwamah) menggeser naik menuju 5 level nafsu yang baik (mulhamah, muthmainnah, radhiyah, mardhiyah, dan kamilah).

Nafsu-nafsu yang tidak baik, paling tidak terekspresi dalam 4 penyakit yang sering menempel dan menancap kuat dalam rohani manusia. 4 penyakit rohani di dalam diri kita yang sering muncul yaitu tidak mau kelintasan, tidak suka kerendahan, benci dengan kekurangan, dan tidak mau kalah.

Tidak mau kelintasan maksudnya kita tidak suka didului, tidak mau dilewati, dan tidak mau diselip.

Tidak suka kerendahan, maksudnya kita selalu ingin dimuliakan, di junjung-junjung, dan tidak mau diremehkan.

Benci dengan kekurangan, maksudnya kita biasanya selalu ingin berlebih, tambah dan menambah, banyak dan memperbanyak, tidak menerima kekurangan, dan kelemahan. Kita juga kadang susah sharing dalam materi dan immateri.

Tidak mau kalah, maksudnya selalu ingin menang sendiri, berebut baik materi maupun pengetahuan. Terkadang kita tidak mau mengalah, dan tidak ingin dikalahkan dalam semua hal.

4 penyakit dalam diri diatas tentu sangat mengganggu kesehatan rohani kita. 4 penyakit ini jika hidup semua akan melahirkan 10 penyakit baru dalam diri manusia, yaitu ujub, riya, sum’ah, iri, dengki, hasut, fitnah, tamak, luba (diatas rakus), dan takabbur. Takabbur adalah sifat iblis, yang tidak mau hormat kepada Adam, menggangu Ibrahim Siti Hajar dan Ismail.

Jika 10 penyakit di atas di tambah 4 sebelumnya maka menjadi 14. Jika ke 14 nya ini hidup semua maka akan berkembang biak menjadi 3 penyakit baru yaitu penyakit dendam, suka permusuhan, dan perusak. Jadi jika ditotal 4 di tambah 10 di tambah 3 berjumlah 17 penyakit.

Karena 17 penyakit itulah maka tepat jika manusia disuruh shalat. Shalat berjumlah 17 rakaat dalam 5 fardhu. Harapannya dengan 17 rakaat itu, manusia dapat diselamatkan rohaninya dari 17 penyakit dalam diri manusia.

Namun karena shalat kita juga belum bisa optimal, maka shalat pun belum bisa mengikis semuanya. Karena dikhawatirkan tidak tuntas melawan 17 penyakit, maka manusia disuruh untuk berpuasa, puasa ramadhan, syawwal, tarwiyah dan puasa arafah esok hari.

Karena saat berpuasa pun terkadang masih juga tidak mampu optimal dan hanya sanggup hanya pada level puasa awam (puasa level 2 khawas dan puasa level 3 khwasil khawas), maka 17 penyakit itupun masih belum terkikis bersih. Untuk itu, perlu di bantu dengan mengikisnya dengan bersedekah, berbagi, berbagi tenaga, sharing ide, empati, tenggang rasa terutama pada hari arafah ini.

Ketika berbagi dan sedekah pun tak mampu dimaksimalkan, maka jalan terakhir adalah melepas pakaian jasmani dan rohani kita diganti dengan kain putih kain ketaqwaan, dan mengucapkan dengan penuh kebulatan dan yakin sebuah kalimat LABBAIKALLAHUMMA HAJJAN / NAWAITU HAJJA WA AHRAMTU BIHI LILLAHITAALA, mewukufkan diri, berhenti, menundukkan hati, mengangkat tangan dan bertalbiyah, seraya memenuhi panggilan Allah dalam ibadah haji ini.

Mudah-mudahan ibadah haji yang semua manusia digiring menuju padang arafah, untuk mengenal (marifat), dan mengakui dosa (i’tiraf) menjadi jihad yang sesungguhnya dalam mengikis 17 penyakit rohani itu.

Moga-moga kita semua menjadi haji yang mabrur, haji yang diterima, haji yang baik, minta halal, minta ridha atas semua kekhilafan. Wallahualam bishshawab.

You may also like

HUMAS/AUAK

IAIN PALANGKA RAYA

Kampus Itah News

Fakultas

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

COPYRIGHT © 2018-2023 HUMAS IAIN PALANGKA RAYA

PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK