Home Berita PENDAFTARAN MUSYRIF-MUSYRIFAH, DISAMBUT ANTUSIAS MEMBER MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN PALANGKA RAYA

PENDAFTARAN MUSYRIF-MUSYRIFAH, DISAMBUT ANTUSIAS MEMBER MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN PALANGKA RAYA

by Humas IAIN Palangka Raya
0 comment 2.5K views

Pendaftaran musyrif-musyrifah Ma’had Al-Jami’ah IAIN Palangka Raya sudah dibuka sejak 2 April lalu. Hal ini disambut antusias oleh penghuni atau member, demikian disebutnya asrama perkuliahan ini. “Luar biasa, antusias member-member tahun ini.” Ujar Fadilah (21), ketua musyrif saat ini. Pendaftaran ini akan berakhir pada 12 April pukul 24.00 WIB. Tidak hanya sebatas mengajukan diri, para calon harus mengisi formulir dan surat pernyataan serta membuat sebuah essai dengan tema yang telah ditentukan.

Tes musyrif-musyrifah ini akan dilaksanakan pada 14-15 April mendatang. Adapun yang menjadi komponen dalam seleksi kali ini adalah tes mengaji, wawancara, dan penguasaan bahasa asing, bahasa Arab dan/atau Inggris. “Bahasa itu penting untuk berkomunikasi dan dapat mendukung segala hal” Ungkap Luqman (37), Pembina Ma’had Al-Jami’ah. Persiapan matang menjadi perhatian khusus bagi mereka yang mencalonkan diri. “Saya ingin hidup saya bermanfaat bagi orang lain.” Ujar Rahayu (19), calon musyrifah.

Sistem ma’had ini ungkap pembina, seharusnya menjadi fokus perhatian sistem pendidikan Islam saat ini. Karena menurutnya, belajar agama itu tidak cukup hanya teori tetapi juga pada pelaksanaannya. Meskipun ada aturan-aturannya sehingga terkesan sebagai paksaan, tetapi ini akan menjadi pembelajaran bagi seluruh penghuni asrama untuk saat ini dan dimasa yang akan datang. Bak Kawah Candradimuka, ma’had ibarat tempat pembentukan karakter bagi para jagoan. “Musyrif-musyrifah atau pembimbing di asrama harus mampu menjadi figur percontohan bagi orang-orang yang dibimbingnya” Ujar Rholik (21), ketua Musyrifah saat ini. Ketua musyrif, Fadilah (21) menjelaskan bahwa akhlak merupakan hal utama bagi calon yang nantinya akan diterima menjadi musyrif ataupun musyrifah. Jangan sampai musyrif-musyrifah ini memberi contoh yang buruk bagi member-member nantinya. “Kita akan memperketat seleksi tahun ini.” Ungkap Fadilah (21).

Tidak hanya itu, para calon dituntut memiliki jiwa kepemimpinan dan meninggalkan keegoisan serta sikap individulnya. Kerja sama merupakan kunci suksesnya sebuah kepemimpinan. “Semoga musyrif-musyrifah terpilih nanti mampu menjadi uswatun hasanah dengan menekankan komitmen, konsisten, dan kreatif. Dan juga semoga tidak hanya mewarisi apa yang sudah-sudah, diharapkan mereka mampu membuat sesuatu yang berbeda” Harapan Luqman (37), Pembina Ma’had Al-Jami’ah.

Reporter : Agus dan Irna

You may also like

Leave a Comment

HUMAS/AUAK

IAIN PALANGKA RAYA

Kampus Itah News

Fakultas

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

COPYRIGHT © 2018-2023 HUMAS IAIN PALANGKA RAYA

PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK